Ketika kau sadar pagi esok….
Mungkin aku telah menjadi udara pagi yang kau hirup
Karena sang waktu yang tak izinkanku untuk temui kau esok lusa
Ketika kau bangun malam nanti….
Mungkin aku telah menjadi bintang di langitmu
Karena rapuhku yang tak mampu melawan waktu
Ketika kau terjaga saat ini….
Mungkin aku telah ungkapkan segalanya padamu
Karena tipisnya sabarku untuk terus menunggu
Dan ketika kau tersipu waktu itu
Ternyata engkau telah tahu,
Pesonamu telah mengikat erat mataku
Meski sekejab,
Terima kasih telah izinkan aku untuk mencintai segala tentangmu
Jumat, 06 Januari 2012
Aku Dan Bintang
Aku mencintaimu,
seperti malam mencintai bintang.
Tanpa bintang,
malam hanyalah gelap.
Tanpamu,
tiada aku sempurna
seperti malam mencintai bintang.
Tanpa bintang,
malam hanyalah gelap.
Tanpamu,
tiada aku sempurna
Aku Cinta Padamu
Jika malam semakin kelam,,,
hati ini tertikam kehidupan,,
jika usai bayang mu mengusik kalbu ,,,
maka tidak salah bukan,,,
jika kubisikan perlahan bahwa,,,,
Aku Cinta Padamu,,,,
hati ini tertikam kehidupan,,
jika usai bayang mu mengusik kalbu ,,,
maka tidak salah bukan,,,
jika kubisikan perlahan bahwa,,,,
Aku Cinta Padamu,,,,
10 Alasan Mencintaimu
Aku butuh teman untuk melalui
Aku butuh kawan untuk berbagi
Aku butuh bayangan untuk mengikuti
Aku butuh mentari untuk menerangi
Aku butuh air untuk menyirami
Aku butuh pohon untuk meneduhi
Aku butuh pagi setelah gelap hari
Aku butuh tempat untuk kudiami
Aku butuh tersenyum setelah bersedih
Aku butuh hati untuk disayangi
Untuk itulah kuingin kau tetap disini
Hingga kelak kujadikan seorang istri
Aku butuh kawan untuk berbagi
Aku butuh bayangan untuk mengikuti
Aku butuh mentari untuk menerangi
Aku butuh air untuk menyirami
Aku butuh pohon untuk meneduhi
Aku butuh pagi setelah gelap hari
Aku butuh tempat untuk kudiami
Aku butuh tersenyum setelah bersedih
Aku butuh hati untuk disayangi
Untuk itulah kuingin kau tetap disini
Hingga kelak kujadikan seorang istri
bayangan sahabat
hariku sepi
hampa tanpa dirimu disini
hampa tanpa dirimu disini
bayangan seorang sahabat yang selalu ku nanti tak pernah ku dapati
letih hati menanti sesuatu yang tak pasti
masih adakah shabat tuk temani hari ku
letih hati menanti sesuatu yang tak pasti
masih adakah shabat tuk temani hari ku
sahabat yang tak pernah buat ku terluka dan kecewa
sahabat….
ku ingin kau disini
duduk disamping ku
hilangkan semua rasa sepi yang telah mendarah daging
ku ingin kau disini
duduk disamping ku
hilangkan semua rasa sepi yang telah mendarah daging
sahabat kau begitu berarti dalam hidup setiap insan
tapi kenapa kau tak bisa datang dalam hidup ku
warnai hidup ku yang slalu merasa sendiri….
tapi kenapa kau tak bisa datang dalam hidup ku
warnai hidup ku yang slalu merasa sendiri….
alam dengarkan jeritan ku
hati ku menangis merintih menunggu kedatangannya
hati ku menangis merintih menunggu kedatangannya
Puisi ini bersumber dari : http://www.gudangpuisi.com/2011/09/bayangan-sahabat.html#ixzz1ijnQ8DLV
Blogger yang beretika selalu menampilkan sumbernya.
Sepi Tanpa Hadirmu
Sepi di tengah keramaian ibukota
Hadirmu selalu ku nanti
Dalam mimpi dan hayalanku
Begitu sulit ku gapai
Hadirmu selalu ku nanti
Dalam mimpi dan hayalanku
Begitu sulit ku gapai
Ku menunggumu di dermaga itu
Berharap kau kan berlabuh menemuiku
Tapi tak kulihat kapalmu dibalik pulau itu
Hanya riak dan gelombang yang setia menemaniku
Berharap kau kan berlabuh menemuiku
Tapi tak kulihat kapalmu dibalik pulau itu
Hanya riak dan gelombang yang setia menemaniku
Inginku mengarungi samudra luas
Menantang badai dan topan
Hanya untuk dirimu
Menantang badai dan topan
Hanya untuk dirimu
Ku terasa lumpuh tanpa kau disini
Ku tertatih melanjutkan hidup ini
Terseok-seok ditengah keramaian
Ku merindukanmu dewa hatiku..
Ku tertatih melanjutkan hidup ini
Terseok-seok ditengah keramaian
Ku merindukanmu dewa hatiku..
Puisi ini bersumber dari : http://www.gudangpuisi.com/2012/01/sepi-tanpa-hadirmu.html#ixzz1ijitb8aW
Blogger yang beretika selalu menampilkan sumbernya.
PUISI DOA ORANG LAPAR – RENDRA
Kelaparan adalah burung gagak
yang licik dan hitam
jutaan burung-burung gagak
bagai awan yang hitam
yang licik dan hitam
jutaan burung-burung gagak
bagai awan yang hitam
Allah !
burung gagak menakutkan
dan kelaparan adalah burung gagak
selalu menakutkan
kelaparan adalah pemberontakan
adalah penggerak gaib
dari pisau-pisau pembunuhan
yang diayunkan oleh tangan-tangan orang miskin
burung gagak menakutkan
dan kelaparan adalah burung gagak
selalu menakutkan
kelaparan adalah pemberontakan
adalah penggerak gaib
dari pisau-pisau pembunuhan
yang diayunkan oleh tangan-tangan orang miskin
Kelaparan adalah batu-batu karang
di bawah wajah laut yang tidur
adalah mata air penipuan
adalah pengkhianatan kehormatan
di bawah wajah laut yang tidur
adalah mata air penipuan
adalah pengkhianatan kehormatan
Seorang pemuda yang gagah akan menangis tersedu
melihat bagaimana tangannya sendiri
meletakkan kehormatannya di tanah
karena kelaparan
kelaparan adalah iblis
kelaparan adalah iblis yang menawarkan kediktatoran
melihat bagaimana tangannya sendiri
meletakkan kehormatannya di tanah
karena kelaparan
kelaparan adalah iblis
kelaparan adalah iblis yang menawarkan kediktatoran
Allah !
kelaparan adalah tangan-tangan hitam
yang memasukkan segenggam tawas
ke dalam perut para miskin
kelaparan adalah tangan-tangan hitam
yang memasukkan segenggam tawas
ke dalam perut para miskin
Allah !
kami berlutut
mata kami adalah mata Mu
ini juga mulut Mu
ini juga hati Mu
dan ini juga perut Mu
perut Mu lapar, ya Allah
perut Mu menggenggam tawas
dan pecahan-pecahan gelas kaca
kami berlutut
mata kami adalah mata Mu
ini juga mulut Mu
ini juga hati Mu
dan ini juga perut Mu
perut Mu lapar, ya Allah
perut Mu menggenggam tawas
dan pecahan-pecahan gelas kaca
Allah !
betapa indahnya sepiring nasi panas
semangkuk sop dan segelas kopi hitam
betapa indahnya sepiring nasi panas
semangkuk sop dan segelas kopi hitam
Allah !
kelaparan adalah burung gagak
jutaan burung gagak
bagai awan yang hitam
menghalang pandangku
ke sorga Mu
kelaparan adalah burung gagak
jutaan burung gagak
bagai awan yang hitam
menghalang pandangku
ke sorga Mu
WS Rendra
DARI KUMPULAN PUISI “SAJAK – SAJAK SEPATU TUA” ( PUSTAKA JAYA – 1995 )
DARI KUMPULAN PUISI “SAJAK – SAJAK SEPATU TUA” ( PUSTAKA JAYA – 1995 )
Langganan:
Postingan (Atom)